Cerita dibawah ini saya kutip dari buku yang pernah saya beli di GRAMEDIA dengan judul
7 keajaiban rezeki pengarang Ipho Santosa,
isinya berupa motivasi bagi kita untuk memahami betapa besarnya
pengorbanan orang tua terhadap anaknya, tetapi sang anak tak pernah
memperhatikan pengorbanan yang dilakukan oleh orang tuanya. berikut
kutipannya.
Sadarkan anda teman teman mahasiswa, apa yang telah kita lakukan kepada orang tua kita.
1. Anda berumur 1(satu) tahun, orang tua memandikan dan merawat kita, dan kita membalas dengan tangisan di tengah malam
2. Saat kita berusia 2(dua) tahun, orang tua mengajari berjalan, sebagai balasannya ehh, malah kabur saat kita di panggil
3. Berusia 3 Tahun orang tua memasakkan makanan kesukaan kita, dan kita malah menumpahkannya.
4. Saat berusia 4 tahun, orang tua memberi pensil berwarna dan kita sering mencoret coret dinding dengan pinsil tersebut.
5. Saat berusia 5 tahun orang tua membelikan kita baju yang bagus
bagus, dan kita malah mengotorinya dengan bermain main di tanah
6. Berusia 10 tahun orang tua membayar mahal mahal uang sekolah dan
uang les kita, sebagai balasan kita malah malas malasan bahkan bolos
7. Saat berusia 11 tahun, orang tua mengantarkan kita ke mana mana,
sebagai balasan kita malah tidak mengucapkan salam ketika keluar rumah
8. Saat berusia 12 tahun orang tua mengizinkan kita menonton di biskop
dan acara lain di luar rumah bersama teman temankita, sebagai kita
malah meminta orang tua duduk di barisan lain terpisah dari kita
9. Saat 13 tahun orang tua membayar biaya kemah, biaya pramuka dan
biaya liburan kita, sebagai balasan kita malah tidak memberinya khabar
ketika kita berada di luar rumah
10. Saat 14 tahun orang tua pulang kerja dan ingin memeluk kita,
sebagai balasan kita malah menolak dan mengelur “Papa, Mama aku sudah
besar”
11. Saat berusia 17 tahun, orang tua sedang menunggu telp yang penting, sementara kita malah asyik menelepon teman teman kita.
12. Saat berusia 18 tahun orang tua menangis terharu ketika kita lulus
SMA, sebagai balasan kita malah berpesta semalaman dan baru pulang
keesokan harinya
13.Saat kita
berusia 22 tahun orang tua memeluk kita dengan haru ketika kita di
wisuda, eh malah kita bertanya “Papa, Mama, mana hadiahnya ?”
14. Saat berusia 23 tahun orang tua membelikan kita sebuah barang
yangkita idam idamkan. sebagai balasannya kita malah mencela, “Duh !
kalau mau beli apa apa untuk aku, bilang bilang dong! aku kan nggak
suka model seperti ini”
15. Saat
kita berusia 29 tahun orang tua membantu membiayai pernikahan kita,
sebagai balasan kita malah pindah keluar kota, meninggalkan mereka dan
hanya menghubungi mereka hanya dua x setahun
16. Saat kita berusia 30 tahun, orang tua memberi tahu kita bagaimana
cara merawat bayi, sebagai balasan kita malah berkata “Papa, Mama,
zaman sekarang sudah beda, nggak perlu lagi cara cara seperti dulu”
17. Saat berusia 40 tahun, orang tua sakit sakitan dan membutuhkan
perawatan. sebagai balasan kita malah beralasan “papa, mama , aku sudah
berkeluarga, aku punya tanggung jawab terhadap keluargaku”
Pertama sekali membaca tulisan diatas, tanpa sadar saya terharu, dan hampir menangis.
Mungkin, itu hanya sekelumit yang kita lakukan terhadap orang tua
kita, yang tanpa kita sadari sebenarnya hal tersebut menyakiti hati
mereka.
Usiaku kini 33 tahun, ya ALLAH, sudah berapa
banyakkah saya melakukan hal hal yang telah menyinggung orang tuaku ya
ALLAH ? Ampunkanlah aku ya ALLAH.
Tapi sebenarnya
ALLAH tidak akan mengampunkan hambanya, jika kesalahan itu dilakukan
secara horizontal dalam artian kita harus meminta maaf langsung kepada
orang tersebut.
Padahal tahukan anda, mahasiswaku,
Ridho orang tua itu sangat berguna bagi keberhasilan anda, SANGAT
BERGUNA. Jadi jangan sampai hati mereka tersakiti, karna secara tidak
langsung akan menghambat kesuksesan anda kelak.
Jadi
saran saya, minta ma’aflah kepada mereka. dan bahagiakanlah mereka,
pentingkanlah urusan mereka sebelum urusanmu. Semoga kamu mendapatkan
ridho dariNYA. AMIN.